1.HF ANTENNA
2. VHF ANTENNA
ORARI DAERAH SULAWESI TENGGARA ( YB8ZL )
COMUNICATION & RESCUE TASK FORCE
Sabtu, 12 November 2011
HISTORI OF 73
History of 73
From the 1969 ARRL "The Radio Amateur's Operating Manual" The traditional expression "73" goes right back to the beginning of the landline telegraph days. It is found in some of the earliest editions of the numerical codes, each with a different definition, but each with the same idea in mind - it indicated that the end, or signature, was coming up. But there are no data to prove that any of these were used. The first authentic use of 73 is in the publication 'The National Telegraph Review and Operators' Guide,' first published in April 1857. At that time, 73 meant "My love to you!" Succeeding issues of this publication continued to use this definition of the term. Curiously enough, some of the other numerals then used have the same definition now that they had then, but within a short time, the use of 73 began to change. In the National Telegraph Convention, the numeral was changed from the Valentine-type sentiment to a vague sign of fraternalism. Here, 73 was a greeting, a friendly "word" between operators and it was so used on all wires. In 1859, the Western Union Company set up the standard "92 Code." A list of numerals from one to 92 was compiled to indicate a series of prepared phrases for use by the operators on the wires. Here, in the 92 Code, 73 changes from a fraternal sign to a very flowery "accept my compliments," which was in keeping with the florid language of that era. Over the years from 1859 to 1900, the many manuals of telegraphy show variations of this meaning. Dodge's 'The Telegraph Instructor' shows it merely as "compliments". The 'Twentieth Century Manual of Railway and Commercial Telegraphy' defines it two ways, one listing as "my compliments to you"; but in the glossary of abbreviations it is merely "compliments". Theodore A. Edison's 'Telegraphy Self-Taught' shows a return to "accept my compliments". By 1908, however, a later edition of the Dodge Manual gives us today's definition of "best regards" with a backward look at the older meaning in another part of the work where it also lists it as "compliments". "Best regards" has remained ever since as the "put-it-down-in-black- and-white" meaning of 73 but it has acquired overtones of much warmer meaning. Today, amateurs use it more in the manner that James Reid had intended that it be used - a "friendly word between operators".
Kutipan Hasil MUNAS IX ORARI
Dalam AD/ART disebutkan bahwa Ketua Umum
dan DPP terpilih mendapatkan kesempatan
selama sebulan SESUDAH pelaksanaan MUNAS
untuk menyusun/membentuk Kepengurusan
ORARI Pusat untuk Masa Bakti 5 tahun
berikutnya.
Karenanya, pasca MUNAS IX yang diselenggarakan di Hotel Grand SAHID Jaya, Jakarta pada
tanggal 21-22 Oktober yang lalu, saat e-QSP
edisi Oktober 2011 ini disiapkan baru dapat
di”lapor”kan hasil pemilihan Ketua Umum dan
DPP ORARI Pusat yang diumumkan (dan dilantik)
pada malam Penutupan MUNAS IX, hari Sabtu
22 Oktober 2011 tersebut, sebagai berikut:
ORARI Pusat Masa Bakti 2011-2016
Ketua Umum: LetJen (Purn) Sutiyoso YBØST
DEWAN PENGAWAS DAN PENASEHAT
Ketua Prof DR H Abidin HH YB7LSB
Wkl Ketua Drs Hadiono Bajuri YBØTZ
Sekretaris H Bambang Soetrisno YBØKO
(Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris juga merangkap
sebagai Anggota)
Anggota:
H. Alimuddin Halim YC4KTE
Ir H Maharyanto YB3BM
Helmi Mahmud YB4VX
Ir H Sutarman MM YB4MTN
H Mahfud Alaidin YB6CA
DR Ir H Rahmad S. Patadjai MS YB8KHR
dan DPP terpilih mendapatkan kesempatan
selama sebulan SESUDAH pelaksanaan MUNAS
untuk menyusun/membentuk Kepengurusan
ORARI Pusat untuk Masa Bakti 5 tahun
berikutnya.
Karenanya, pasca MUNAS IX yang diselenggarakan di Hotel Grand SAHID Jaya, Jakarta pada
tanggal 21-22 Oktober yang lalu, saat e-QSP
edisi Oktober 2011 ini disiapkan baru dapat
di”lapor”kan hasil pemilihan Ketua Umum dan
DPP ORARI Pusat yang diumumkan (dan dilantik)
pada malam Penutupan MUNAS IX, hari Sabtu
22 Oktober 2011 tersebut, sebagai berikut:
ORARI Pusat Masa Bakti 2011-2016
Ketua Umum: LetJen (Purn) Sutiyoso YBØST
DEWAN PENGAWAS DAN PENASEHAT
Ketua Prof DR H Abidin HH YB7LSB
Wkl Ketua Drs Hadiono Bajuri YBØTZ
Sekretaris H Bambang Soetrisno YBØKO
(Ketua, Wakil Ketua dan Sekretaris juga merangkap
sebagai Anggota)
Anggota:
H. Alimuddin Halim YC4KTE
Ir H Maharyanto YB3BM
Helmi Mahmud YB4VX
Ir H Sutarman MM YB4MTN
H Mahfud Alaidin YB6CA
DR Ir H Rahmad S. Patadjai MS YB8KHR
Rabu, 09 November 2011
ORARI LOKAL SE SULAWESI TENGGARA
1. ORARI LOKAL KENDARI
2. ORARI LOKAL KONAWE
3. ORARI LOKAL POMALAA
4. ORARI LOKAL KOLAKA
5. ORARI LOKAL KONAWE SELATAN
6. ORARI LOKAL BOMBANA
7. ORARI LOKAL BAU-BAU
2. ORARI LOKAL KONAWE
3. ORARI LOKAL POMALAA
4. ORARI LOKAL KOLAKA
5. ORARI LOKAL KONAWE SELATAN
6. ORARI LOKAL BOMBANA
7. ORARI LOKAL BAU-BAU
Selasa, 08 November 2011
SEKILAS MENGENAI SULAWESI TENGGARA
SEKILAS SULAWESI TENGGARA
Sulawesi tenggara terletak antara 3 derajat sampai 6 derajat Lintang Selatan dan 120 - 124.06 derajad Bujur Timur berbatasan dengan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah di sebelah Utara, laut Flores disebelah Selatan, dan dengan laut Banda di bagian Timur serta teluk Bone di bagian Barat. Jumlah penduduk saat ini diperkirakan sekitar 1.594.990 jiwa dengan penduduk asli yang terdiri dari 5 jenis suku yang berbeda yaitu, suku Tolaki, suku Morunene, suku Buton, suku Muna dan suku Bajo.
Sulawesi Tengara dapat dicapai melalui udara dari Jakarta atau Surabaya melalui Ujung Pandang dengan pesawat merpati Airlines dan melalui laut dilayani oleh PELNI, memlalui darat dapat dicapai melalui kota-kota propinsi di Sulawesi. Obyek dan daya tarik wisata Propinsi Sulawesi Tenggara selain seni budaya dan adat istiadat juga bertumpu pada obyek-obyek dan daya tarik wisata alam khususnya wisata bahari.
Menurut Yayasan Wallacea dan Eco Survey dari Inggeris yang bekerja sama dengan LIPI diketahui bahwa di gugusan pulau-pulau Tukang besi ( WAKATOBI) terdapat taman laut yang indah yang kaya dengan biota laut. Taman laut di kawasan tersebut mempunyai rating (nilai) yang tinggi dan merupakan salah satu taman laut terbaik di dunia. Hampir di seluruh wilayah Sulawesi Tenggara mempunyai jenis tarian khusus, namun ada satu tarian yang identik dengan Sulawesi Tenggara yang dinamakan tarian"Lulo" atau "Molulo". Tarian ini pada awalnya merupakan tarian yang sakral dan penuh filosofis, namun dalam perkembangannya Molulo sekarang sudah menjadi tarian pergaulan atau tarian rakyat yang biasanyan dilakukan secara spontan pada setiap acara baik itu acara pesta ataupun acara-acara pesta yang dilaksanakan oleh instansi-instansi atau ogranisasi.
Salah satu atraksi unik di Sulawesi Tenggara terdapat di Muna yaitu atraksi adu kuda jantan yang memperebutkan kuda betina. Atraksi tersebut sangat menarik uantuk ditonton dan sudah dikenal oleh para wisatawan.
Langganan:
Postingan (Atom)